Implementasi Nilai Trilogi Nusa Putra Dalam Kehidupan Sehari-hari Mahasiswa.
![]() |
Kuliah umum Kenusaputraan. |
Sejak didirikan pada tahun 2002, Nusa Putra telah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang terus tumbuh secara kuantitas dan berkembang pada sisi kualitas. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi yang diemban, Nusa Putra senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang menjadi roh dalam setiap langkah civitas akademikanya. Nilai-nilai inilah yang kemudian dirangkum dalam filosofi yang dikenal sebagai Trilogi Nusa Putra, sebuah fondasi yang membentuk karakter dan budaya institusi.
Sebagai bagian dari Mahasiswi Nusa Putra yang sedang menempuh Program Studi Manajemen, saya ; Noviana Kalista, merasakan perasaan yang begitu menyentuh ketika menghadiri kuliah umum Kenusaputraan yang diadakan pada Kamis, 10 Juli tahun 2025 lalu. Trilogi Nusa Putra yang terdiri dari: (1). Cinta Kasih Tuhan, (2). Cinta Kasih Orang Tua, dan (3). Cinta Kasih Sesama, ternyata begitu dekat dengan setiap bagian dari diri kita.
Dalam hal Cinta Kasih terhadap Tuhan, saya menyadari bahwa kegiatan beribadah yang senantiasa dilakukan berbagai umat dari beragam agama seringkali dalam pelaksanaannya dilakukan karena unsur paksaan. Dilakukan semata-mata karena takut akan hukuman. Padahal, dalam praktiknya kegiatan beribadah adalah seni mendekatkan diri kepada Tuhan dan merupakan suatu kebutuhan rohaniah setiap manusia kepada penciptanya. Kebutuhan akan cinta Tuhan, dan bukti cinta kita kepada Tuhan. Sebagai seorang Muslim dan Genusian (Generasi Nusa Putra Berlian), ketika saya merasa cemas, resah, kalut dan gelisah. Refleks pertama yang akan saya lakukan adalah berdo’a. Rasa percaya dan kebergantungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah pelipur lara yang paling ampuh dan menenangkan. Keyakinan akan pertolongan Tuhan senantiasa menguatkan diri saya terhadap berbagai tantangan.
Cinta Kasih Orangtua. Orangtua adalah akar kehidupan dan fondasi saya. Mereka adalah penyokong utama cinta kasih yang saya rasakan di dunia. Ayah adalah Superhero dalam kehidupan saya. Dari beliau lah saya belajar kesabaran, rasa pantang menyerah dan kegigihan. Ayah jarang sekali meninggikan suara kepada anak perempuannya sekalipun ketika sedang marah. Ibu, beliau selalu menjadi suporter nomor satu saya. Saya masih saja ingat pelukannya ketika saya mendapatkan juara dua di sekolah menengah. Dukungannya kepada pendidikan anak-anaknya selalu menjadi motivasi saya untuk terus melajutkan ke perguruan tinggi dan mencari ilmu setinggi-tingginya. Saya yang akan mewujudkan cita-citanya yang tertunda sebagai sarjana. Ayah dan Ibu, sekalipun keduanya tidak pandai mengekspresikan cinta mereka melalui kata-kata. Tindakan, dukungan, rasa kekhawatiran dan bahkan omelan mereka adalah bentuk cinta kasih mereka terhadap saya. Sebagai seorang anak, yang bisa saya lakukan hanya lah berusaha untuk tidak mengecewakan dan menggenggam erat harapan dan kepercayaan keduanya.
Cinta Kasih Sesama. Mengutip dari https://nusaputra.ac.id/tentang/nilai-nilai-luhur/, “Sebagai pengikat insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan, karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri.” Dapat disimpulkan bahwa manusia, pada hakikatnya diciptakan untuk saling peduli kepada satu sama lain. Sebagai makhluk sosial, saya senang bercengkrama dengan teman-teman, saling melontarkan sapaan ringan dan tersenyum tipis bahkan pada orang asing ketika sedang berpapasan. Saling membutuhkan dan membantu satu sama lain walau memiliki karakter, ras, suku, warna kulit, budaya atau bahkan bahasa yang berbeda, adalah implementasi menarik dari bentuk cinta kasih kepada sesama. Ada kehangatan tersendiri ketika kita bisa membantu teman yang sedang kesulitan dan kelegaan luar biasa ketika kita terbantu oleh orang lain. Media sosial yang semakin marak digunakan juga membuat saya pribadi sangat senang karena disana kita bisa bertemu dan saling berbagi pengalaman dengan orang-orang menarik dari berbagai kalangan dan latar belakang walau jarak sangat jauh memisahkan. Setiap manusia memiliki ruh yang diberikan langsung oleh Tuhan. Berbuat baik dan menebarkan cinta kasih kepada sesama sama halnya dengan mempupuk rasa cinta terhadap ruh yang Tuhan titipkan kepadanya.
![]() |
Kebersamaan antar sesama |
![]() |
Kegiatan seminar di Auditorium Nusa Putra |
Komentar
Posting Komentar